<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678</id><updated>2011-09-11T03:51:52.682-07:00</updated><title type='text'>Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro</title><subtitle type='html'>Blog ini rencananya akan berisi semua hal tentang mikrohidro dimana saja, khususnya di Indonesia.
Untuk memperkaya pengetahuan, sehingga akan kutip sana sini.
Mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-7909811065472447286</id><published>2011-09-11T03:48:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T03:51:52.695-07:00</updated><title type='text'>UMM Bangun Listrik Mikro Hidro untuk Warga Pedesaan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MALANG, KOMPAS.com -&lt;/strong&gt; Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), untuk keperluan warga masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;UMM membangun PLTMH itu di Dusun Sumbermaron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Hari Sabtu (10/9) Rektor UMM Dr&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;p&gt;Muhadjir Effendy meletakan batu pertama di lokasi pembuatan PLTMH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-OE3-KHa4Otk/TmySbaQBVdI/AAAAAAAAAcI/4d3Pe0MSDoQ/s400/umm.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651052632043771346" /&gt;Humas UMM, Nasrullah, menjelaskan, tim peneliti UMM mengawalinya dengan membuat studi kelayakan PLTMH di dua desa itu. Studi dilakukan bersama Badan Pengelola Sarana Air Bersih dan Sanitasi (BP SAB&amp;amp;S) Kecamatan Pagelaran. UMM mengkaji dan berhasil memperoleh sponsor dari Australian Partnership dan Bank Dunia untuk pendanaannya. Nilai proyeknya Rp 408 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Pagelaran, Eko Waluyo, menyatakan yakin bantuan pendampingan dari UMM akan berjalan baik. Sebab, PLTMH yang dibangun oleh UMM, seperti sebelumnya di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis, hingga sekarang masih beroperasi. Selain itu, UMM memiliki laboratorium PLTMH di kampus yang dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum untuk belajar mengembangkan energi alternatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya berharap sumber air yang melimpah di Sumbermaron ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Syukur-syukur kalau bisa bermanfaat bagi masyarakat di luar Desa Karangsuko, karena kita tahu di daerah lain saat ini sedang mengalami kekeringan," kata Eko Waluyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rektor UMM berharap masyarakat lebih mencintai lingkungan dan bersyukur dengan kondisi alam desa. Meski belum tersentuh akses listrik, desa masih memiliki sumber daya alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyatakan, pihaknya siap memberi dukungan apabila warga setempat memerlukan bantuan pendampingan lebih lanjut seperti untuk penghijauan dan penerangan jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"UMM membantu merencanakan, pengawasan, dan pembangunan. Tetapi saya berharap perawatannya harus dijaga betul oleh masyarakat sini supaya kemanfaatan PLTMH ini bisa awet," kata Nasrullah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dekan Fakultas Teknik UMM, Sudarman, menjelaskan PLTMH yang dibangun akan menghasilkan energi listrik sebesar 35 KWA. Listrik itu akan dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pompa pengairan dan air bersih yang selama ini mengandalkan listrik dari PLN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik perbulan rata-rata Rp 8 juta, dan diperkirakan akan terus naik seiring kebutuhan hingga Rp 20 juta. "Mudah-mudahan dengan keberhasilan PLTMH ini, nantinya bisa kita bangun lagi PLTMH II untuk penerangan desa," katanya&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;sumber  :  &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/09/10/21442313/UMM.Bangun.Listrik.Mikro.Hidro.untuk.Warga.Pedesaan"&gt;http://regional.kompas.com/read/2011/09/10/21442313/UMM.Bangun.Listrik.Mikro.Hidro.untuk.Warga.Pedesaan&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;p&gt;sumber : &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-7909811065472447286?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/7909811065472447286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=7909811065472447286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/7909811065472447286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/7909811065472447286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2011/09/umm-bangun-listrik-mikro-hidro-untuk.html' title='UMM Bangun Listrik Mikro Hidro untuk Warga Pedesaan'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OE3-KHa4Otk/TmySbaQBVdI/AAAAAAAAAcI/4d3Pe0MSDoQ/s72-c/umm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-1281600546516920321</id><published>2010-11-12T19:29:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T16:07:16.851-08:00</updated><title type='text'>Kincir Air Kaki-Angsa, suatu Inovasi Listrik Mikrohidro, di Malang.</title><content type='html'>&lt;table  width="760" align="center" border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 380px;" valign="top"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber : http://www.kendali.net/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya adalah untuk menghasilkan energi listrik tanpa menggunakan bahan bakar fosil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Prinsip Kerja&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prinsip  kerja kincir kaki angsa ini didasari oleh cara kerja kaki angsa pada  waktu berenang. Kalau kita perhatikan secara seksama angsa berenang  dapat bergerak maju ini disebabkan susunan selaput kaki angsa yang dapat  membuka dan menutup; jika kaki angsa bergerak ke depan maka susunan  selaput kaki menutup sehingga gaya tekanan air yang menghambat kaki  angsa kecil dan bila kaki angsa bergerak ke belakang selaput kaki angsa  membuka dan gaya tekan yang mengenai kaki angsa besar hingga dapat  mendorong badan angsa maju ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px;" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 380px;" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gerakan  kaki angsa maju mundur pada waktu berenang sebenarnya terjadi dua gaya  yang bekerja pada kaki angsa yang berlawanan arah diubah menjadi satu  arah dengan cara membuka dan menutup selaput kaki angsa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image001_03.jpg" alt="image001_03" title="image001_03" width="142" height="105" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Diilhami gerakan kaki angsa berenang&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau kita perhatikan pada gambar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di atas, dapat  dideskripsikan bahwa dua kaki angsa tersebut bergerak berlawanan, satu  kaki mengayun ke depan satu kaki lainnya mengayun ke belakang. Kaki  angsa yang mengayun ke belakang selaput kaki membuka sehingga dapat  menghadang air dan menimbulkan gaya dorongan ke depan, sedangkan kaki  angsa ke depan selaput kaki dilipat sehingga dapat hambatan yang kecil  tidak menimbulkan dorongan ke belakang dari gerakan ini dapat kita  simpulkan bahwa: &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;"dua  gaya yang bekerja pada satu garis lurus dan berlawanan arah dapat  diubah menjadi satu gaya dengan cara membuat perbedaan besar gaya  tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bila sebilah lembaran besi baja atau terbuat dari papan kayu&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;dimasukkan  di dalam air sungai yang mengalir diberi as/poros di tengah papan  tersebut maka papan tersebut mendapat gaya dorong dari depan baik papan  yang ada di bawah poros maupun yang di atas poros mendapat gaya yang  sama besar, dalam keadaan demikian papan tidak dapat berputar atau  bergerak karena gaya dorong ke belakang yang diterima papan di bawah  poros mengungkit ke depan di atas poros, sedangkan papan atas poros juga  mendapat gaya dari depan maka terjadilah tabrakan dua gaya yang  berlawanan arah sama besar. Untuk mendapatkan gerakan berputar seperti  yang diinginkan gaya yang didapat dua bagian papan tersebut harus dibuat  berbeda dengan cara melipat salah satu bagian papan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 348px; height: 257px;" src="http://www.kendali.net/contentimage/image002_400_02.jpg" alt="image002_400_02" title="image002_400_02" width="348" height="257" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" width="360" align="top" height="321"&gt;&lt;param name="width" value="360"&gt;&lt;param name="height" value="321"&gt;&lt;param name="align" value="top"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/s3x6MdmOLiU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" quality="high" src="http://www.youtube.com/v/s3x6MdmOLiU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" width="360" align="top" height="321"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;Pada  gambar di atas, bagian atas poros di beri lipatan atau dapat melipat.  Kalau kita perhatikan gambar 3 maka ada dua gaya bekerja pada suatu  garis berlawanan arah tetapi besar gaya tidak sama sehingga arah gaya  yang lebih kecil mengikuti gaya yang lebih besar.&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Papan  bagian bawah poros mendapat gaya yang lebih besar hal ini papan di atas  poros dapat melipat sehingga gaya yang diterima lebih kecil jika  dibandingkan gaya yang diterima papan bagian bawah. Pada akhirnya papan  di bawah poros mendapat gaya dorong ke belakang. Karena papan atas dan  bawah dipasang pada suatu ruas maka pergeseran papan bawah poros ini  akan mengungkit papan bagian atas ke depan. Jika papan ini dirangkai  dengan 6 papan maka akan terjadi gerakan memutar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PENGUNGKIT &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Kincir  air kaki angsa memiliki kelebihan bahwa dapat ditempatkan pada stream  air yang tidak terlalu dalam dan arus air yang relative lambat, bahkan  dapat bekerja pada arus air yang berlawanan (dua arah).&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Kincir  air kaki angsa ini merupakan terapan teknologi terpakai sangat relevan  untuk komunitas yang belum terjangkau listrik, sehingga dapat sebagai  alat untuk menumbuhkan perilaku mandiri pada komunitas tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PENDULUM  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Beberapa  kincir air kaki angsa ini dapat dipasang &amp;amp; dioperasikan dalam satu  jalur sepanjang aliran tertentu, untuk menghasilkan listrik. Contoh:  panjang aliran 100 meter, dapat di pasang 10 kincir tersebut dengan  jarak masing-masing sekitar 10 meter. &lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Jumlah daya yang diciptakan oleh kincir tersebut bila kita konversikan ke batubara dengan heating value 6.800 kkal/kg, sbb:&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Bila  kincir air kaki angsa itu beroperasi selama 1 jam dengan daya 2500  watt, hal itu setara dengan 3,15 kg batubara. Arti-nya 3,15 kg batubara  tidak dibakar pada waktu tersebut (di PLTU), ini yang disebut ramah  lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt;Tim Sosbud-Kemitraan, KLH.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;(Agenda 27 Maret 2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Email: &lt;a href="mailto:kemitraan@menlh.go.id"&gt;kemitraan@menlh.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Desain Alat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Desain/bentuk  kincir ini (Kincir Kaki Angsa) hampir sama dengan kincir air yang  dipergunakan petani untuk mengairi sawah. Hanya ada beberapa bagian yang  dirubah disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman di  atas, kincir kaki angsa ini dirancang lebih pendek dan lebih panjang dan  seluruh badan kincir kaki angsa ini dirancang lebih pendek dan lebih  panjang dan seluruh badan kincir di benamkan atau dipasang di dasar  sungai sehingga tidak terpengaruh dengan pasang surut air sungai maka  bentuk kincir ini dirancang khusus agar dapat berputar di dalam air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image001_400_01.jpg" alt="image001_400_01" title="image001_400_01" width="340" height="254" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Hasil Riset&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Hasil riset atau uji coba yang dilaksanakan di Kali Anyar Kelurahan Kedung Kandang Kota Malang, alat ini secara optimal mampu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengeluarkan energi listrik dengan daya sebesar 2,5 Kwh (2500 Watt).&lt;br /&gt;Padahal  dalam kondisi seperti itu, kincir ini sebenarnya mampu mengeluarkan  listrik dengan daya 10 Kwh (10.000 Watt) untuk kebutuhan 20 - 30 warga  desa.&lt;br /&gt;Dimensi 2 kincir ini dikopel jadi satu, dengan panjang 6 meter  lebar 2 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Kecepatan air yang  diperlukan minimal 0,40 meter per detik dengan kedalaman sungai antara  40 - 100 cm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Tabel Potensi dan Kapasitas Daya Kincir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="width: 338px; border-collapse: collapse; height: 120px; border: medium none;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-width: 1pt medium medium; border-style: solid none none; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="line-height: normal; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: 1pt medium medium; border-style: solid none none; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Kedalaman Air&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (cm)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: 1pt medium medium; border-style: solid none none; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Kecepatan Air&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (m/dtk)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: 1pt medium medium; border-style: solid none none; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Daya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Kwh)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;40&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;0,6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;2,5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;2.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;70&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;0,7&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;3.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;90&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;0,8&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="width: 380px; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;7,5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-width: medium medium 1pt; border-style: none none solid; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;4.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: medium medium 1pt; border-style: none none solid; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;100&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: medium medium 1pt; border-style: none none solid; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;0,9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-width: medium medium 1pt; border-style: none none solid; background-attachment: scroll; background-repeat: repeat; background-position: 0% 0%; padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="color: rgb(0, 0, 0);" src="file:///C:/Users/Toshiba/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-7.png" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image003_400.jpg" alt="image003_400" title="image003_400" width="340" height="254" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image006_03.jpg" alt="image006_03" title="image006_03" width="340" height="142" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image008.jpg" alt="image008" title="image008" width="340" height="214" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;img src="http://www.kendali.net/contentimage/image009.jpg" alt="image009" title="image009" width="279" height="216" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;span style=""&gt;Djajusman Hadi &amp;amp; Budiharto&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Nama Penemu     : 1. Djajusman Hadi, S.Sos., M.AB&lt;br /&gt;                      2. Budiharto, S.Pd&lt;br /&gt;Tahun Penemuan  : 1998&lt;br /&gt;Instansi                 : Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;Hak Paten            : No. 038.157 A&lt;br /&gt;                       05 Februari 2004.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-1281600546516920321?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/1281600546516920321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=1281600546516920321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1281600546516920321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1281600546516920321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2010/11/kincir-air-kaki-angsa-suatu-inovasi.html' title='Kincir Air Kaki-Angsa, suatu Inovasi Listrik Mikrohidro, di Malang.'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-8601365775183483096</id><published>2010-11-12T19:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T19:22:04.990-08:00</updated><title type='text'>Kabupaten Lombok Utara Bangun PLN Tenaga Mikro Hidro</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;diambil dari http://219.83.122.194/web/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="createdate"&gt;Sabtu, 22 Mei 2010 06:24                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram, Pemda Kabupaten Lombok Utara bersama PT.PLN akan membangun  Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Wilayah Lombok Utara untuk  Mengatasi Pemadaman dan Krisis Listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejaba&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wZ00oIG4oJk/TN4DbHFIMMI/AAAAAAAAAYg/87_Ul_YVk1g/s1600/pltmh.jpeg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 265px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wZ00oIG4oJk/TN4DbHFIMMI/AAAAAAAAAYg/87_Ul_YVk1g/s320/pltmh.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538868356004196546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;t Bupati Lombok  Utara, Drs.Ridwan Hidayat menyebutkan saat ini Tim Tekhnis dari PLN  sedang melakukan survey bersama dilokasi untuk menentukan kesinambungan  Debit Air yang akan di pergunakan termasuk negosiasi masalah Pembebasan  Lahan Milik Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga salah satu Investor  PT.Surya Jakarta berkomitmen membangun PLTMH Yang sama namun di lokasi  Berbeda sehingga Kedepan Kabupaten Lombok Utara sudah memiliki  Pembangkit Listrik Sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ridwan Hidayat untuk Tahap  awal dalam mengatasi krisis Listrik dan Pemadaman saat ini PLN Telah  melakukan Langkah antisipasi dengan mendatangkan mesin Pembangkit  Listrik tenaga Diesel yang sudah dioperasikan dan merupakan Bukti  komitmen dan keseriusan PLN Dan Pemda Kabupaten Lmbok Utara. (DS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-8601365775183483096?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/8601365775183483096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=8601365775183483096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/8601365775183483096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/8601365775183483096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2010/11/kabupaten-lombok-utara-bangun-pln.html' title='Kabupaten Lombok Utara Bangun PLN Tenaga Mikro Hidro'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wZ00oIG4oJk/TN4DbHFIMMI/AAAAAAAAAYg/87_Ul_YVk1g/s72-c/pltmh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-1391982831987577919</id><published>2009-08-10T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:16:17.325-07:00</updated><title type='text'>Teknologi Mikrohidro Warga Gunung Sawur</title><content type='html'>KOMPAS.com - Untuk menghasilkan listrik dengan sumber energi ramah lingkungan, dapat dilakukan teknologi mikrohidro yang mudah dan murah. Itu sudah dibuktikan Sucipto, seorang warga Dusun Gunung Sawur di lereng selatan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, sejak 1985 pada usianya yang 22 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar teorinya ada, saya peroleh dari ST (sekolah teknik, setingkat SMP) dan STM (sekolah teknik menengah, setingkat SMA). Namun, pembuatan alat kelengkapan dan pengembangan teknik mikrohidro secara keseluruhan saya pelajari otodidak," kata Sucipto, saat ditemui di rumahnya, sekaligus untuk bengkel kerjanya, Selasa (21/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto mulai dengan memotong material pelat logam ataupun pengelasan atau pengeboran besi, antara lain untuk pembuatan baling-baling turbin penggerak generator dan penyambung jaringan pipa untuk mengalirkan air sungai ke rumah turbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1985, dengan dana seadanya, Sucipto menyusun rangkaian mikrohidro. Kemudian dilakukan percobaan berulang-ulang dengan sumber energi air sungai yang mengalir dekat rumahnya, Sungai Besuk Semut. Lambat laun Sucipto berhasil menunjukkan hasilnya: listrik. Masyarakat lalu meminta Sucipto lebih serius membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1990 mulai digagas dan dibuatlah mikrohidro. Dengan cara gotong royong dan penyediaan dana swadaya murni, mikrohidro hasil inovasi Sucipto ini selesai dibangun tahun 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui berbagai penyempurnaan sesudahnya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Gunung Sawur kini menghasilkan listrik 13.000 watt (13 kilowatt). Sebanyak 79 keluarga Gunung Sawur menikmati penerangan listrik dari PLTMH itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTMH Gunung Sawur bagi Sucipto adalah titik awal aplikasi hasil industri rumahnya. Di teras rumah tak lebih dari ukuran 3 x 3 meter persegi, Sucipto membuat bengkel untuk pembuatan turbin serta kelengkapan PLTMH lainnya. Rangkaian detail peralatan yang tidak dibuat hanyalah generator. Meski bisa membuat sendiri, harga generator bisa mahal. Padahal kalau beli, Rp 9 juta yang buatan China berkapasitas 30.000 watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1992 hingga 2009 ada 81 PLTMH buatan Sucipto. Energi listrik yang dihasilkan, 5.000 watt-40.000 watt, dan tersebar di Jawa Timur, yaitu Lumajang, Probolinggo, Ponorogo, Trenggalek, Malang, Mojokerto, Pacitan, dan Jember. Ada yang dipasang di Lampung dan Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi kincir air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto terinspirasi dengan yang dilihatnya pada masa remaja, tahun 1980-an, yaitu kincir air di desanya, di Kecamatan Candipuro. Ia melihat sepuluh kincir air di berbagai desa menggerakkan turbin dan generator untuk menghasilkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kincir air terlalu besar dan bisa hancur diterjang banjir. Jadi Sucipto membuat yang lebih kecil, tetapi aman dari terjangan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat PLTMH dibutuhkan badan sungai sebagai sumber air dan bangunan pembelok air sungai atau mercu bendung. Aliran air yang dibelokkan akan menuju saluran pembawa yang dilengkapi bak pemerangkap pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak ini berfungsi memperlambat laju aliran air. Di situ dipasang penyaring sampah dan saluran pembuang kelebihan air (spillway). Aliran air dari bak penampungan harus bersih, bebas dari sampah, endapan lumpur, dan pasir. Lalu, air diarahkan ke pipa pesat (penstock) untuk memutar baling-baling turbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamai pipa pesat karena pipa ini ditujukan untuk mempercepat jalannya air memanfaatkan gaya gravitasi. Pipa pesat dipasang miring mendekati vertikal disertai ukuran pipa tertentu menyesuaikan debit atau intensitas laju airnya. Air itu lalu menggerakkan turbin. Putaran turbin menggerakkan generator dan diperolehlah listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dilepas kembali melalui saluran akhir (tailrace) dan disatukan kembali dengan aliran sungai. Ketinggian air jatuh dari bak penampungan ke turbin melalui pipa pesat 7,5 meter dengan diameter pipa 18 inci serta panjang 23 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turbin yang digunakan buatan Sucipto dinamai tipe Cross Flow C4-24 dengan kecepatan putaran 555 rpm (putaran per menit). Kategori C4 untuk kode turbin bikinan Sucipto, sedangkan angka 24 merupakan diameter turbin 24 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generator PLTMH Gunung Sawur kapasitasnya 20 kilovoltampere dengan putaran 1.500 rpm dan frekuensi 50 hertz. Daya terbangkit berkisar 13.000 watt, yang saat ini dimanfaatkan untuk 79 keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan PLTMH secara swadaya murni lalu disusul PLTMH Poncosomo (1997) dan Kajar Kuning (2000) yang berjarak hanya ratusan meter. PLTMH Poncosomo menghasilkan 8.500 watt untuk 98 keluarga. Daya listrik dari PLTMH Kajar Kuning 6.500 watt dan digunakan 56 keluarga. Resident Representative Program Pembangunan PBB (UNDP) di Indonesia El Mostafa Benlamih-berkebangsaan Maroko-Selasa (21/7) mengunjungi PLTMH Gunung Sawur. Bersama unsur pimpinan UNDP Indonesia, Budhi Sayoko, El Mostafa melihat aplikasi teknologi mikrohidro berpotensi ditingkatkan supaya jauh lebih optimal menghasilkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat produktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan listrik PLN masuk wilayah Dusun Gunung Sawur dan sekitarnya pada tahun 1996. Namun, mikrohidro karya Sucipto hingga sekarang masih terus beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa warga pengguna, menggunakan listrik dari mikrohidro jauh lebih murah dibandingkan dengan listrik PLN. Menurut Sucipto, listrik mikrohidro dijual Rp 500 per kilowattjam, sedangkan listrik PLN seharga Rp 700 per kilowattjam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disadari Sucipto, pemanfaatan listrik mikrohidro untuk usaha produktif warga desa masih sangat kurang. Di sinilah peran pemerintah ataupun lembaga terkait lain untuk memberikan insentif usaha produktif atau penciptaan nilai tambah produk yang bisa dihasilkan warga secara berkelanjutan dan kompetitif. Warga akan meraih untung jika diberi kesempatan untuk menjual listrik masuk ke jaringan PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-1391982831987577919?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/1391982831987577919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=1391982831987577919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1391982831987577919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1391982831987577919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2009/08/teknologi-mikrohidro-warga-gunung-sawur.html' title='Teknologi Mikrohidro Warga Gunung Sawur'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-20507887150620254</id><published>2008-12-06T20:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T20:05:26.103-08:00</updated><title type='text'>Setrum dari Tengah Laut</title><content type='html'>:: Dari Majalah Berita Mingguan TEMPO, 41/XXXVII 01 Desember 2008 ::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gelombang laut bisa diubah menjadi energi listrik. Temuan inovatif ini tak mendapat dukungan. Beberapa waktu lalu, Presiden Yudhoyono mengundang penemunya, Zamrisyaf, ke Istana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPAL Kuda Laut yang tengah mengarungi Selat Mentawai dihantam ombak besar. Kapal terguncang-guncang, penumpang panik. Bagi Zamrisyaf, salah satu penumpang kapal yang hendak ke Padang, peristiwa itu justru melahirkan ide brilian. Ia berpikir: bisakah gelombang sebesar itu menghasilkan energi listrik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide tersebut lama mengendap di benaknya. Hingga suatu hari anggota staf perencanaan Perusahaan Listrik Negara Wilayah Sumatera Barat itu ditugasi ke Jakarta. Dalam perjalanan, lagi-lagi kapal laut yang ditumpanginya dihantam badai besar. Keesokan paginya, seorang kawan bercerita bahwa badai besar membuat lonceng di depan kapal tak henti berdentang. Ide lama yang mengendap pun terkuak. Zamrisyaf terinspirasi goyangan bandul lonceng kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bandul bergerak karena besarnya gelombang laut,” kata Zamrisyaf. Ia lantas mewujudkan khayalannya dalam sebuah konsep. Ia memberi rancangannya nama: Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Bandulan. Karyanya ini diakui sebagai sebuah inovasi baru dan telah dipatenkan pada 2002. Dalam daftar 100 Inovasi Indonesia 2008 yang dilansir Kementerian Riset dan Teknologi, namanya tertera di sana. Dua bulan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang dia ke Istana karena temuannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkit Sistem Bandulan, yang rancang bangunnya berbentuk ponton, ditempatkan mengapung di atas permukaan air laut. Pembangkit ini mengikuti gerak atau arus gelombang sesuai dengan frekuensi gelombang laut. Gerakan bandul yang terus-menerus menyebabkan pembangkit mampu mengeluarkan energi atau daya listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Electric Power Research Institute, organisasi nonprofit yang mengkhususkan diri pada penelitian dan pengembangan tenaga listrik, daerah pesisir pantai selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara memiliki potensi energi gelombang laut cukup besar. Sejauh ini, kawasan tersebut tercatat memiliki potensi energi 10-20 kilowatt per meter gelombang. Bahkan pernah tercatat di beberapa tempat mencapai 70 kilowatt per meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhitungan Zamrisyaf, untuk area lautan dengan luas kurang-lebih satu kilometer persegi, energi gelombang laut dapat menghasilkan daya listrik sekitar 20 megawatt dengan biaya investasi Rp 20 juta per kilowatt atau total Rp 400 miliar. Jumlah tersebut sama dengan kekurangan daya listrik di Sumatera Barat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai investasi pembangkit ini hampir sama dengan membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air atau uap. ”Bahkan lebih mahal dibanding diesel. Tapi, setelah beroperasi, akan jauh lebih murah karena tenaga yang digunakan gratis,” ucap Zamrisyaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkit sengaja didesain berbentuk ponton untuk menahan derasnya gelombang laut. Di dalam ponton tersebut terdapat sejumlah peralatan utama, seperti bandul, pemindah gerak bandul menjadi gerak putar, transmisi putaran, roda gila (flywheel), dan dinamo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandul dalam pembangkit ini mengubah energi potensial berupa gelombang laut menjadi energi kinetik. Bandul yang dipasang sedemikian rupa di dalam ponton akan bergerak (bergoyang) jika ponton bergerak sesuai dengan alur gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan daya atau energi listrik, diperlukan gerak rotasi. Gunanya memutar dinamo. Dengan jumlah putaran per menit tertentu, gerak rotasi dapat menghasilkan energi listrik dari dinamo. Dengan pembangkit ini, Zamrisyaf yakin bisa membantu pemerintah mengatasi krisis energi. Selain praktis, ramah lingkungan, dan efisien, pembangkit gelombang laut sangat cocok untuk wilayah kepulauan seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum temuannya diakui sebagai inovasi baru tahun ini, Zamrisyaf sudah enam kali melakukan uji coba sejak 2002. Saat itu alat yang digunakan masih sederhana. Ia merangkai enam drum menjadi ponton sebagai alas. Alat ini dilengkapi bandul dan pelat becak, tapi belum dipasangi dinamo. Sayang, hasilnya kurang memuaskan. Salah satu lengan bandul rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak patah arang, setahun kemudian Zamrisyaf memperbaiki temuannya. Kali ini peralatan yang digunakan bergerak dengan bagus. Roda gila, bandul, dan pelat becak berputar. Agar temuannya lebih sempurna, ia tiga kali mengulang eksperimen tersebut. Ia menghabiskan dana hingga Rp 40 juta. ”Dari uang pribadi karena tak ada yang mau mendanai kalau belum melihat hasilnya,” ujar Zamrisyaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, tahun lalu PLN Wilayah Sumatera Barat, tempat ia bekerja, mau membantu. Kali ini uji coba dilakukan di Pantai Ulak Karang, Padang. Dalam percobaan ini, dinamo sudah terpasang sehingga mulai menghasilkan listrik. ”Lampunya bisa nyala dan berkedip. Kadang terang, kadang redup. Itu menandakan energi gelombang ini sudah bisa menghasilkan listrik,” ucap Zamrisyaf bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bantuan PLN tak berlanjut. Menurut General Manager PT PLN Wilayah Sumatera Barat Hudiono, instansinya saat ini tak memiliki pos pengeluaran untuk mendanai temuan itu. PLN hanya berfokus melayani pelanggan dengan baik. ”Kalau listrik tidak menyala karena uangnya kita pakai untuk penelitian, bagaimana?” ucap Hudiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Hudiono mengaku sudah berusaha membantu dengan menyampaikan masalah tersebut ke PLN pusat. ”Kata pusat, oke, kita upayakan untuk mencari anggaran. Tapi PLN itu menerima uang dari pelanggan yang jumlahnya lebih kecil daripada biaya yang diperlukan untuk memproduksi listrik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk skala lebih besar, Zamrisyaf membayangkan dalam satu ponton akan ada empat sampai enam bandul. Namun semua itu tergantung berapa panjang gelombang laut yang ada dan berapa tinggi gelombang tersebut. Daya listrik yang bisa dihasilkan berkisar 100-300 kilowatt untuk satu ponton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga telah mengembangkan pembangkit ini di Pantai Parangracuk, Baron, Yogyakarta. Melalui alat tersebut, didapat daya listrik 522 kilowatt. Sebelumnya, di Pantai Tanjung Karang, Mataram, mahasiswa lulusan universitas di Makassar dan Malang berhasil membuat pembangkit yang sama. Di Surabaya, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember sukses meningkatkan daya listrik hingga 90 persen dengan memanfaatkan energi gelombang laut. Namun cara kerja pembangkit yang digunakan berbeda satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, pemanfaatan gelombang laut sebagai pembangkit tenaga listrik sudah mencapai tahap komersialisasi. Australia, Skotlandia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Belanda merupakan contoh negara yang serius mengembangkan teknologi konversi gelombang laut ini. Bedanya, di sana, kebanyakan pembangkit listrik ditanamkan di dalam laut. Pembangkit temuan Zamrisyaf berada di atas permukaan laut sehingga tak ada peralatan yang bersentuhan dengan air laut secara langsung, kecuali ponton. Dengan begitu, alat ini mudah dipindahtempatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, karya Zamrisyaf bukan tanpa cacat. Peralatan yang digunakan mudah mengalami korosi air laut. Pembangkit yang tahun lalu dipasang di Pantai Ulak Karang terpaksa dibongkar enam bulan kemudian karena faktor korosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang pantai Indonesia kurang-lebih 81 juta kilometer. Bila 10 persen saja pesisir pantai dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, akan dihasilkan kurang-lebih 16 gigawatt (bila dihitung 20 kilowatt per meter gelombang). Sumatera Barat memiliki panjang pantai 375 kilometer. Jika 10 persen dimanfaatkan untuk energi gelombang laut, itu berarti dapat menghasilkan listrik setara dengan 750 megawatt. ”Kalau digunakan, tak akan ada pemadaman bergilir lagi,” ujar Zamrisyaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Atmakusuma, Febrianti (Padang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://majalah.tempointeraktif.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-20507887150620254?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/20507887150620254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=20507887150620254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/20507887150620254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/20507887150620254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/12/setrum-dari-tengah-laut.html' title='Setrum dari Tengah Laut'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-1964424691102700570</id><published>2008-07-28T05:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-06T16:57:16.833-08:00</updated><title type='text'>Small Scale Grid-Interconnected Hydro Power Plant Inaugurated</title><content type='html'>KAMIS, 12 JULI 2007 12:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minister of Energy and Mineral Resources, Purnomo Yusgiantoro, inaugurated the operation of 25 kW micro hydro power plant (PLTMH) in Adat Susunan village, Karangasem, Bali, on Wednesday (11/07). The management of the PLTMH was also handed over from PT PLN to village unit cooperative (KUD). The electricity generated from this PLTMH is interconnected to Jawa-Bali system.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;According to Mr. Purnomo, the management of PLTMH by local people (through cooperative) is  a good model for other places in Indonesia in meeting local need for electricity from on site renewable energy reserves. Minister Purnomo also described that since 1997, when economic crisis hit Indonesia, almost no new power plant developed although the demand continues to increase. This situation causes electricity crisis in some places. However, the Government and PT PLN do all measures to mitigate the crisis through, among others, optimizing all energy potential to be converted into electricity. For rural electrification, the Government through the State Budget provides around IDR 4.5 trillion yearly especially on renewable energy based-power plant such as micro hydro, solar and wind. This measure is part of the national target to increase electrification ratio which currently stands at around 55% and expected to increase to around 95% in 2025 or even sooner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(BAGUS BUDIARTO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://www.esdm.go.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-1964424691102700570?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/1964424691102700570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=1964424691102700570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1964424691102700570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/1964424691102700570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/small-scale-grid-interconnected-hydro.html' title='Small Scale Grid-Interconnected Hydro Power Plant Inaugurated'/><author><name>sederhana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16167842807766333787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-6896874665621328815</id><published>2008-07-25T22:25:00.001-07:00</published><updated>2008-07-25T22:25:35.596-07:00</updated><title type='text'>Bupati Lopez resmikan penggunaan PLTMH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Spirit NTT, 9-15 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;ATAMBUA, SPIRIT--Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, meresmikan penggunaan energi baru pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Webot, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kamis (29/5/2008). Keberadaan PLTMH ini atas kerja sama Pemkab Belu dengan LIPI Subang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bupati Lopez dalam sambutannya mengatakan, tenaga listrik adalah salah satu faktor pendukung pembangunan tidak saja untuk penerangan, tetapi juga untuk proses belajar mengajar, meningkatkan ekonomi rumah tangga maupun menunjang program keluarga berencana (KB).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Keberadaan PLTMH di Webot ini mencatat sejarah baru dengan menggunakan tenaga air. Masyarakat harus dapat mengelolanya sendiri untuk dapat meningkatkan pendapatan," ujar Lopez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, lanjut Lopez, juga akan dibangun PLTMH di Mau Halek setelah mendapat uji kelayakan dari LIPI Subang. Selain itu, dibangun pula listrik tenaga angin di Duarato, Kecamatan Lamaknen; Salore dan Wekmutis di Kecamatan Nanaet Duabesi. "Saya harapkan masyarakat mengelola sarana ini secara transparan dan masyarakat menjaganya agar benar-benar memberi nilai tambah untuk peningkatan pendapatan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Lopez mengingatkan yang mendapatkan sarana ini agar tidak boleh macet dan semua masyarakat harus menikmatinya. "Tidak boleh jalan satu atau dua tahun saja lalu macet. Harus ada nilai tambahnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Lopez memberi jaminan bahwa dinas terkait memberikan pembinaan dan pendampingan. Dan, pemasangan jaringan listrik tersebut agar diprioritaskan untuk tumah tangga yang belum memiliki atau menikmati listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Balai Desa LIPI Subang mengharapkan agar potensi dan sarana tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat menggugah masayarakat perbatasan untuk lebih beraktivitas demi kesejahteraan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan Belu, Drs. John Letto menyebut maksud dan tujuan pengadaan sarana listrik tersebut untuk mengubah sumber daya air yang ada menjadi energi listrik, bisa mengenal dan mengoperasikan komputer serta meningkatkan ekonomi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan dana yang disediakan dalam masa uji coba sejak 12 hingga 31 November 2007 sebesar Rp 549 juta. Sarana ini dioperasikan sejak Februari-Mei 2008 dengan daya 16 KW dan jangkauan dua kilometer mencapai 300-400 rumah tangga. Pengelolaan dilakukan masyarakat dengan biaya penyambungan Rp 50 ribu/KK dan iuran setiap bulan Rp 25.000-Rp 30.000. (humas serta belu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://spiritentete.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-6896874665621328815?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/6896874665621328815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=6896874665621328815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/6896874665621328815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/6896874665621328815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/bupati-lopez-resmikan-penggunaan-pltmh.html' title='Bupati Lopez resmikan penggunaan PLTMH'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-2104271507027989328</id><published>2008-07-25T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-12-07T05:50:53.552-08:00</updated><title type='text'>Banjar Tertarik PLTMH</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: trebuchet ms;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;      Sabtu, 28-06-2008 | 00:28:46    &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;KANDANGAN, BPOST &lt;/strong&gt;- Keberhasilan Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) rupanya memancing daerah lain di Kalsel untuk mengembangkan PLTMH di daerahnya. Buktinya, dua hari lalu Pemkab Banjar mengutus perwakilannya ke HSS untuk belajar seputar PLTMH itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Pemkab Banjar tertarik dengan PLTMH di HSS yang sudah operasi itu. Mereka sudah meninjau ke lokasi di Dusun Paniungan Desa Malilingin Kecamatan Padang Batung," ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ir H Faturrahman, Jumat (27/6).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurutnya, rombongan Pemkab Banjar dipimpin Rusmani, Kasubdin Penataan Wilayah dan Konservasi Pertambangan beserta empat orang stafnya. Setelah melihat langsung ke lokasi, mereka antusias mau membangun di Banjar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Faturahman menambahkan, berdasarkan keterangan tim dari Pemkab Banjar itu, di wilayah Pemkab Banjar sedikitnya ada dua wilayah yang berpotensi untuk pengembangan PLTMH tersebut. Salah satunya di wilayah Riam Kanan, yang sampai sejauh ini masih belum tersentuh oleh aliran listrik PLN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada 2008 ini, Pemkab HSS kembali bakal membangun PLTMH di di Desa Malinau dan Desa Ulang Kecamatan Loksado. Di Desa Malinau, kapasitas yang bakal dibangun sebesar 10.000 watt hingga 15.000 watt menggunakan dana APBD HSS sebesar Rp 455 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan PLTMH yang akan dibangun di Desa Ulang kapasitasnya direncanakan mencapai 40.000 watt dengan sumber dana sharing antara HSS dan Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen ESDM sebesar Rp 1,1 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"PLTMH untuk di Desa Ulang, lelangnya dilakukan di Jakarta. Informasinya, saat ini masih tahap evaluasi. Sedangkan PLTMH di Desa Malinau pengumuman lelangnya di HSS dan kemarin sudah tutup. Hanya ada satu perusahaan yang mendaftar yaitu CV Fajar Alam," tambah Faturahman. &lt;strong&gt;(ck2)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;http://www.banjarmasinpost.co.id/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-2104271507027989328?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/2104271507027989328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=2104271507027989328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/2104271507027989328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/2104271507027989328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/banjar-tertarik-pltmh.html' title='Banjar Tertarik PLTMH'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-372017506048596270</id><published>2008-07-25T22:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T22:21:09.269-07:00</updated><title type='text'>Aceh Lebih Baik Kembangkan Listrik Mikro Hidro Pedesaan</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: trebuchet ms;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;          &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://harian-aceh.com/arsip/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=2873" target="_blank" onclick="window.open('http://harian-aceh.com/arsip/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=2873','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table style="font-family: trebuchet ms;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;      Kamis, 05 Juni 2008    &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Banda Aceh | Harian Aceh&lt;/strong&gt;—Peneliti listrik Mikro Hidro  Universitas Syiah Kuala, Tarmizi, ST, M.Sc, menyarankan agar Aceh mengembangkan listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) pedesaan. PLTMH memiliki banyak keuntungan dibanding dengan pembangkit konvensional. “Aspek negatif yang ditimbulkan oleh mesin memang ada sedikit namun ini dapat diatasi,” kata Tarmizi, kepada Harian Aceh, Kamis (29/5). “Dengan pemeliharaan rutin sederhana maka PLTMH akan berumur panjang. Selain itu manajemen organisasi pengelolaan PLTMH haruslah dilaksanakan dengan serius.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, mengoperasikan unit pembangkit PLTMH relatif mudah dan banyak keuntungannya. PLTMH sangat handal, dapat beroperasi fleksible, tidak tergantung pada BBM. “Selain itu juga membuka peluang kesempatan kerja bagi masyarakat desa dan yang terpenting teknologi yang digunakan sederhana,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun PLTMH, kata dia, juga mempunyai aspek negatif terhadap lingkungan sekitar walaupun sangat kecil. “Biasanya ikan terpengaruh siklus reproduksi dan migrasinya karena adanya dam, juga kadang-kadang masuk ikan kedalam putaran turbin” katanya. Penebangan pohon-pohon saat ketika pembangunan dapat mengakibatkan erosi, sedimentasi pada alilran air tapi sementara saja sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan turbin PLTMH dan berbagai kelengkapan lain harus dilakukan rutin. Biasanya seminggu sekali sudah memadai. Pemeriksaan ini perlu dilakukan agar secara dini akan diketahui kondisi turbin dan peralatannya dan segera dilakukan perbaikan jika ada kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti yang juga Sekretaris Jurusan Elektro Fakultas Teknik Unsyiah ini menyatakan manajemen organisasi tidak bisa dilupakan untuk menunjang keberlanjutan PLTMH di desa. Struktur Pengurus PLTMH yang sederhana dan baik bisa memuaskan masyarakat desa dan warga akan memberikan kepercayaan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan pengurus yang sederhana dan baik antara lain memiliki Badan Pengawas, Ketua Pengurus PLTMH, Staff Staff Teknis/Administrasi dan Operator PLTMH. Pengurus dapat mengatur dan menentukan harga listrik yang diproduksi oleh PLTMH, aturan penyambungan listrik, tata cara penggunaan uang iuran dan sebagainya. “Jika tidak dikelola dengan baik bisa saja PLTMH tetap beroperasi namun pas-pasan dan akhirnya mati perlahan-lahan,” ujarnya.&lt;strong&gt;(t-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://harian-aceh.com/&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-372017506048596270?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/372017506048596270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=372017506048596270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/372017506048596270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/372017506048596270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/aceh-lebih-baik-kembangkan-listrik.html' title='Aceh Lebih Baik Kembangkan Listrik Mikro Hidro Pedesaan'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-2081115303531673538</id><published>2008-07-25T22:18:00.001-07:00</published><updated>2008-07-25T22:21:47.465-07:00</updated><title type='text'>West Sumatra Has 61 Locations Of PLTAs and PLTMs</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" class="date"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14 Mei 2008 | 11:13 WIB&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Padang, W Sumatra ( Berita ) : &lt;span&gt; &lt;/span&gt;State power utility PT PLN has identified 61 different locations of hydro-power plants (PLTAs) and micro-hydro power plants (PLTMs) in West Sumatra which confirmed this province as a “barn of green energy”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;The 61 power plant locations have a total capacity of 745.12 megawatts (MW), General Manager of PT PLN oveseeing &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;West Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hudiono said in &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Padang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; Tuesday. He said that five of the 61 locations already have PLTAs and PLTMs with a total capacity of 254.067 MW, and PLTAs and PLTMs are under construction in nine locations with a projected capacity of 39 MW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;The power plant projects for the other 47 locations are still awaiting potential investors projected to have a total capacity of 416.8 MW. Actually &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;West  Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; still have many other potential locations for PLTAs and PLTMs with a capacity of 44.3 MW, he said. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;He added that the five locations where PLTAs and PLTMs had already been built and producing electric energy are PLTA Batang Agam with a capacity of 10.5 MW, PLTA Maninjau (68 MW), PLTA Singkarak (175 MW), PLTM Pinang Awan (0,4 MW) and PLTM Koto Anau (0.16 MW), while the nine locations which are still in the stage of development are for PLTM Kambahan (2×750 kilowatts), PLTM Sumpur (2×1.000 kW), PLTM Manggani (2×1.168 kW), PLTM Sinamar (2×5.000 kW, PLTM Tarusan (2×1.500 kW), PLTM Bayang (2×3.000 kW), PLTMH Gumanti (2×5.000 kW), PLTM Lubuk Gadang (2×2.500 kW) and PLTM Salido Kecil&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(330 kW).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;A cooperation agreement for the development and construction of the nine PLTMs had been signed by President Director of PT PLN&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Fahmi Muchtar, West Sumatra Governor Gamawan Fauzi, and private circles in &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Padang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; last week.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;The PLTMs, which will be built under a cooperation with independent power producers (IPPs) are PLTM Kambahan with PT Limaco, PLTM Sumpur with PT Limaco, PLTM Manggani with PT PPN, PLTM Sinamar with PT Selo Kencana, PLTM Tarusan (PT Exabenar), PLTM Bayang (PT Exabenar), PLTMH Gumanti, and PLTM Lubuk Gadang with PT Selo Kencana. In the meantime, PT PLN is cooperating with PT Anggrek Mekar Sari in resuming the operation of PLTM Salido Kecil. ( ant )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://beritasore.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-2081115303531673538?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/2081115303531673538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=2081115303531673538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/2081115303531673538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/2081115303531673538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/west-sumatra-has-61-locations-of-pltas.html' title='West Sumatra Has 61 Locations Of PLTAs and PLTMs'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-727394619651229744</id><published>2008-07-25T22:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T22:09:32.379-07:00</updated><title type='text'>4.142 KK Terpencil Nikmati Listrik</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks3"&gt;Kamis, 12-06-2008 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="footer" width="392"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="subjudul"&gt;&lt;img src="http://www.beritakotamakassar.com/datgambar/spacer.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks"&gt;ENREKANG, BKM -- Program teknologi mandiri melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pemerintah Kabupaten Enrekang sejak tahun 2006, masyarakat dapat menikmati. Pasalnya, beberapa daerah yang belum terjangkau jaringan listrik dari PLN, sudah dapat penerangan dari PLTMH tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks" style="border-bottom: 0px solid rgb(0, 0, 0);"&gt;Data tahun 2004 yang lalu, di Kabupaten Enrekang terdapat 5.158 kepala keluarga (KK) yang belum mendapat penerangan listrik. Namun karena adanya program tehnologi mandiri ini, sebanyak 4.142 KK telah menikmati penerangan dari PLTMH. Artinya, awal tahun 2008, sisa 1.016 KK yang belum tersentuh penerangan listrik.&lt;br /&gt;Bahkan, Pemkab Enrekang, beberapa bulan lalu kembali meresmikan PLTMH di Desa Baringin Kecamatan Maiwa. Setelah meresmikan pembangunan PLTMH di lima desa yang terletak di Kecamatan Bungin.&lt;br /&gt;Desa Latimojong dan Desa Tallang Rilau yang letaknya sangat jauh dari ibukota kecamatan. Apalagi di kabupaten juga telah dibangun PLTMH sebagai alat penerangan.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengembangkan program penggunaan biogas pedesaan yang awal pelaksanaannya di Kecamatan Maiwa dan Anggeraja serta Curio. Namun kini telah meluas hingga ke kecamatan lainnya. Misalnya, di Kecamatan Cendana, Enrekang dan Baraka.&lt;br /&gt;Hasil dari program biogas ini, telah menghasilkan 34 instalasi dengan tiga unit generator biogas yang berkapasitas 500 waat. Biogas yang bahan utamanya terbuat dari kotoran sapi ini, dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah. Bukan itu saja, biogas ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. (&lt;i&gt;K14/mit&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.beritakotamakassar.com/&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-727394619651229744?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/727394619651229744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=727394619651229744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/727394619651229744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/727394619651229744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/kamis-12-06-2008-4.html' title='4.142 KK Terpencil Nikmati Listrik'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-954093701825834351</id><published>2008-07-25T22:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T22:07:37.247-07:00</updated><title type='text'>Investasi Rp 145 M, SMHP Bangun Pembangkit Listrik di Sinjai</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks3"&gt;Senin, 16-06-2008 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="footer" width="392"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="subjudul"&gt;&lt;img src="http://www.beritakotamakassar.com/datgambar/spacer.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks"&gt;MAKASSAR, BKM - PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) tengah membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) di Manipi, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berkapasitas 10 Megawatt (MW) dengan investasi US$16 juta atau sekitar Rp145 miliar.&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks" style="border-bottom: 0px solid rgb(0, 0, 0);"&gt;"Beberapa bulan lalu kami sudah mulai membangun PLTA tersebut namun terkendala saat akan membuat penampungan air (waduk) untuk menggerakkan turbin yang sumber airnya dari sungai Tanggara karena Pemkab Gowa yang berbatasan dengan Sinjai mengklaim sungai itu sebagai miliknya," kata Project Director perusahaan itu, Bo Kallin di Makassar, akhir pekan lalu seperti dirilis kapanlagi.com.&lt;br /&gt;Saat melaporkan kendala investasi tersebut kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di ruang kerja gubernur, Kallin yang didampingi manajer PT. SMHP, Atot W. Saptari mengatakan, dampak dari klaim-mengklaim sungai itu, pembangunan waduk dihentikan sementara untuk menunggu persetujuan pemanfaatan air sungai dari Pemkab Gowa.&lt;br /&gt;Padahal, perusahaan ini sudah memperoleh izin PMA dan persetujuan pengelolaan air sungai Tanggara dari pemerintah kabupaten Sinjai dan PLN Sulselrabar memberi respon agar PLTA Manipi bisa segera terwujud sebab energi listrik yang dihasilkan di Sinjai akan digunakan untuk mensuplai kabupaten lainnya.&lt;br /&gt;Menurut Bo Kallin, jika PLTA ini sudah rampung dan beroperasi tahun depan akan memberi ruang yang lebih luas kepada kabupaten lainnya di provinsi ini dalam mendapat pasokan listrik sebab produksi 10 MW itu tidak akan habis digunakan oleh Sinjai sendiri.&lt;br /&gt;"Kami berharap Pemprov Sulsel dapat menjembatani masalah yang dihadapi PT. SMHP terutama menyangkut pemanfaatan air sungai Tanggara itu supaya pembangunan PLTMH ini bisa berlanjut," ujarnya.&lt;br /&gt;Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan memanggil bupati SInjai dan Gowa untuk membicarakan masalah itu agar pembangunan PLTMH Manipi segera dilanjutkan karena sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;"No problemlah. Saya akan panggil kedua bupati, sekaligus membentuk tim penyelesaian klaim-mengklaim sungai tersebut," katanya.&lt;br /&gt;Syahrul yang mantan Bupati Gowa itu mengingatkan bahwa masalah sungai yang airnya dibutuhkan semua pihak tidak boleh diklaim sebagai milik sendiri sebab sungai bukan milik daerah atau manusia melainkan milik Allah. (&lt;i&gt;*/una&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.beritakotamakassar.com/&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-954093701825834351?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/954093701825834351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=954093701825834351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/954093701825834351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/954093701825834351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/07/investasi-rp-145-m-smhp-bangun.html' title='Investasi Rp 145 M, SMHP Bangun Pembangkit Listrik di Sinjai'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-3799612499125247391</id><published>2008-06-22T09:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T09:10:10.302-07:00</updated><title type='text'>Potensi PLTMH Tersedia Luas</title><content type='html'>&lt;div class="subjudulidxcetak"&gt;Perlu Meningkatkan Kesadaran Pelestarian Alam&lt;/div&gt;  &lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 1 Maret 2008 | 15:41 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Banjarnegara, Kompas - Sejumlah pembangkit listrik tenaga mikro hidro atau PLTMH akan dibangun di 30 lokasi aliran sungai di Jawa Tengah oleh PT Indonesia Power unit Mrica, Kabupaten Banjarnegara. Setiap lokasi paling tidak akan dibangun PLTMH yang dapat memproduksi listrik lebih dari satu megawatt.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;General Manager PT Indonesia Power unit Mrica Teguh Adi Nuryanto, Jumat (29/2), mengatakan, jumlah lokasi pembangunan PLTMH itu baru terbatas di wilayah eks-Karesidenan Banyumas. Potensi PLTMH di Jateng lebih banyak, dan bisa menjadi peluang untuk mengatasi krisis listrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dari 30 lokasi yang kami rencanakan itu semua menggunakan sungai-sungai kecil dan aliran irigasi," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk aliran sungai yang lebih kecil pun, seperti aliran irigasi, lanjutnya, juga dapat digunakan untuk PLTMH dengan produksi listrik berkisar 300 kilowatt. Produksi listrik ini dapat digunakan untuk 600 rumah, dengan daya listrik 450 watt per rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya saja untuk hitungan bisnis bagi pengusaha, lanjut Teguh, produksi listrik sekecil itu membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal. Namun produksi listrik skala kecil itu dapat digarap oleh pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Untuk membangun satu pembangkit itu dibutuhkan dana lebih dari Rp 15 juta, dan baru kembali setelah sembilan tahun," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PLTMH Wangan Aji di Kabupaten Wonosobo yang dikelola Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin, misalnya, menggunakan aliran air irigasi untuk menggerakan dua turbin dengan kapasitas produksi 140 KW. Menurut Manajer Koperasi Ponpes Roudlotuth Tholibin Slamet Zakaria, PLTMH itu tak menggunakan bendungan air karena pasokan air di saluran irigasi itu tak pernah surut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Terjunan airnya juga cukup curam sehingga dapat menggerakkan turbin. Air yang digunakan juga tidak tercemar, melainkan kembali mengalir ke saluran irigasi," kata Zakaria.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menjamin turbin dapat bergerak, katanya, pihaknya harus tetap menjaga kebersihan air dari sampah. "Daerah di atas PLTMH ini terdapat pasar, sehingga kadang-kadang ada sampah masuk ke saluran irigasi ini," lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teguh mengatakan, untuk menjalankan PLTMH maupun PLTA memang perlu memerhatikan peningkatan pelestarian alam. "Seperti permasalahan PLTA Mrica, terbentur pada masalah endapan lumpur di Waduk Pangbes Jenderal Soedirman yang mencapai 40 persen. Jadi, perlu ada kesadaran menjaga lingkungan hutan di Dieng tetap hijau agar erosi di Sungai Serayu tak terlalu tinggi," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di beberapa wilayah Banyumas, PLTMH dengan teknologi kincir air sederhana dimulai sejak tahun 1997. Hal ini seperti terdapat di sejumlah kecamatan di lereng Gunung Slamet, seperti Karanglewas dan Cilongok. Warga Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Karanglewas adalah yang kali pertama mengembangkan listrik berpembangkit kincir air di Banyumas. (mdn/han)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;sumber : cetak.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-3799612499125247391?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/3799612499125247391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=3799612499125247391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/3799612499125247391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/3799612499125247391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/06/potensi-pltmh-tersedia-luas.html' title='Potensi PLTMH Tersedia Luas'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-788007773916693481</id><published>2008-06-22T08:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T09:07:24.102-07:00</updated><title type='text'>Mikro Hidro Potensial Penuhi Kekurangan Elektrifikasi</title><content type='html'>&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;                                     &lt;!--- video --&gt;                                            &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 12 Mei 2008 | 20:11 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, SENIN&lt;/strong&gt;- Pada tahun 2007, Perusahaan Listrik Negara atau PLN baru dapat memenuhi kebutuhan elektrifikasi di Jawa Barat sebesar 61,51 persen. Karena itu, potensi-potensi energi alternatif perlu dikembangkan, salah satunya dengan pembangkit listrik mikro hidro. Namun demikian, energi potensial ini hanya akan stabil jika kelestarian alam di sekitarnya terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian diungkapkan Wakil Ketua Smart Otomotif T Wisnuadji, Senin (12/5) di Bandung . Prinsip pengembangan mikro hidro sangatlah sederhana. "Kinerja teknologi ini adalah memanfaatkan energi potensial air untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Wisnu, alam Jawa Barat sangat potensial untuk pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga air, antara lain di daerah Sukabumi dan Garut yang masih memiliki hutan dan persediaan air yang stabil. Namun, pengembangan mikro hidro belum banyak direalisasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi hidro adalah jauhnya lokasi yang berpotensi dengan jaringan dan tranmisi listrik. Selain itu, perambahan hutan yang marak dilakukan juga menjadi kendala tidak stabilnya volume air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wisnu mengatakan, pengembangan mikro hidro dapat direalisasikan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. "Sebenarnya ada tiga macam teknologi mikro hidro yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti alternatif listrik, yaitu pico hidro dengan kemampuan sekitar 100 watt, mikro hidro dengan kemampuan energi di bawah 300 Kwh, serta mini hidro dengan kemampuan di atas 300 Kwh," jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi pico hidro dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan energi terbatas, seperti menghidupkan lampu dan keperluan alat elektronik berdaya kecil. Sedangkan teknologi mikro hidro memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 500 rumah hunian, dan teknologi mini hidro dapat mencukupi kebutuhan energi beberapa desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wisnu mengatakan, sampai saat ini permintaan teknologi mikro hidro justru datang dari luar Provinsi Jawa Barat. Kami sudah memenuhi pesanan dua turbin untuk Provinsi Aceh, dan dua turbin untuk Sulawesi. "Untuk pemenuhan Provinsi Jawa Barat masih direncanakan dengan kapasitas sekitar 3,2 mega watt ," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat masih mencatat tingkat ektrifikasi di bawah 50 persen untuk beberapa daerah . Bahkan di Kabupaten Cianjur dan Garut terdapat enam kecamatan dan 11 desa yang belum berlistrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat TB Hisni mengungkapkan, untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah melakukan program listrik masuk desa serta membangun 21 unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk 4.797 kepala keluarga dan pemasangan PLTS untuk 775 kepala keluarga.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;sumber : www.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-788007773916693481?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/788007773916693481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=788007773916693481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/788007773916693481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/788007773916693481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/06/mikro-hidro-potensial-penuhi-kekurangan.html' title='Mikro Hidro Potensial Penuhi Kekurangan Elektrifikasi'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-7212245514783650842</id><published>2008-05-27T19:37:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T19:44:24.715-07:00</updated><title type='text'>Latar Belakang Mikro Hidro</title><content type='html'>&lt;p class="judul"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan dari Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketiggian tertentu dad instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketingglan daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan teluemahan bebas bisa dikatakan "&lt;em&gt;energi putih&lt;/em&gt;". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam, prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro, pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan clan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). DI rumah instalasi air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbm' sendin, dipastikan akan mencrima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mckanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Darl generator akan dthaslikan energi listrik yang ak-an masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringlcas proses Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadt energi listrik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari. Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi dari perluasan jaringan listrik, sering membuat Mikro Hidro memberikan sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Ini karena Skema Mikro Hidro yang mandiri menghemat biaya dari jaringan transmisi, dan karena skema perluasan jaringan sering memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal. Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai lokal dan organisasi yang lebih kecil dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal. Pendekatan ini dikenal sebagai Pendekatan Lokal. Gambar 1 menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang dihasilkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/Gmbr01.gif" alt=" " height="201" width="350" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Gambar 1. Skala Ekonomi dari Mikro-Hidro (berdasarkan data tahun 1985)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="355"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;          &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;          &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;      &lt;td class="isi" colspan="2"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Keterangan gambar 1&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;      &lt;td class="isi" width="165"&gt;Average cost for conventional hydro&lt;/td&gt;      &lt;td class="isi" valign="top" width="190"&gt;= Biaya rata-rata untuk hidro konvensional.&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;      &lt;td class="isi"&gt;Band for micro hydro&lt;/td&gt;      &lt;td class="isi" valign="top"&gt;= Kisaran untuk mikro-hidro&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;      &lt;td class="isi"&gt;Capital cost&lt;/td&gt;      &lt;td class="isi"&gt;= Modal&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;      &lt;td class="isi"&gt;Capacity&lt;/td&gt;      &lt;td class="isi"&gt;= Kapasitas (kW)&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="judul"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;    2. Komponen-komponen Pembangkit Listrik Mikro Hidro&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="judul"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/Gmbr02.gif" alt=" " height="175" width="350" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="judul"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="judul"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (‘Intake’ pembuka) ke dalamsebuah bak pengendap (Settling Basin).&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/intake.gif" alt=" " height="193" width="254" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/intake.jpg" alt=" " /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Settling Basin (Bak Pengendap)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/basin.gif" alt=" " /&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/bassin.gif" alt=" " height="187" width="247" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Headrace (Saluran Pembawa)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/headrace.gif" alt=" " height="188" width="249" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Headtank (Bak Penenang)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/headtank.gif" alt=" " height="172" width="249" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Penstock (Pipa Pesat/Penstock)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/penstock.gif" alt=" " height="162" width="248" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Settling Basin (Bak Pengendap)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/bassina.gif" alt=" " height="187" width="247" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Headrace (Saluran Pembawa)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/headrace.gif" alt=" " height="188" width="249" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;ul class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Turbine dan Generator (Turbin dan Generator)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan ‘Beban’ (Load).&lt;br /&gt;    Dalam Gambar 2. bebannya adalah sebuah penggergajian kayu.&lt;/li&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/turbin.gif" alt=" " height="163" width="248" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.energiterbarukan.net/images/content/turbin.gif" alt=" " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 2. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan&lt;br /&gt;  skema keperluan-keperluan dari pengguna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isi"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : www.energiterbarukan.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-7212245514783650842?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/7212245514783650842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=7212245514783650842' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/7212245514783650842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/7212245514783650842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/05/latar-belakang-mikro-hidro.html' title='Latar Belakang Mikro Hidro'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-3089850495569316502</id><published>2008-05-27T19:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T19:33:09.932-07:00</updated><title type='text'>IMIDAP</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;INTEGRATED MICROHYDRO DEVELOPMENT AND APPLICATION PROGRAM &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;(IMIDAP)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada era otonomi dewasa ini, kebutuhan energi dapat meningkat secara eksponensial, baik ditinjau dari kapasitasnya, kualitasnya, maupun ditinjau dari tuntutan distribusinya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Apabila kecondongan perkembangan penyediaan energi dan kemampuan pendistribusian energi kurang merespon keadaan seperti ini, maka dapat dipastikan akan terjadi stagnasi pembangunan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;disebagian besar daerah Indonesia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada hubungan yang sangat kuat antara ketersediaan energi dan laju pembangunan, khususnya pembangunan daerah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Pembangunan daerah pasti akan mengalami hambatan serius, jika pasokan energy macet atau terganggu. Melihat kondisi ini, maka perlu dicari strategi baru yang dapat memenuhi kebutuhan energi dengan meningkatkan produksi energi sekaligus menciptakan kemudahan distribusi energi ke seluruh pelosok tanah air.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu sumber energi terbarukan yang cukup potensial dan dapat dikembangkan di Indonesia adalah energi air. Perkiraan potensi total energi air di Indonesia sebanyak kurang lebih 75 Gwe.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Micohydro&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Apa itu IMIDAP&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;IMIDAP adalah proyek kerjasama antara Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE) dengan UNDP. Proyek ini didanai oleh lembaga Global Environment Facility (GEF).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membantu pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan mikro-hydro dan picohidro dan mengoptimalkan peng-gunaannya dengan cara menghilangkan kendala-kendala yang ada.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan makin banyaknya mikrohidro dan pikohidro yang dibangun di Indonesia, maka Indonesia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dapat ikut serta mengurangi&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;emisi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;gas rumah kaca yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya perobahan iklim global.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proyek ini didesain untuk meminimalkan kendala-kendala yang berkaitan dengan masalah kebijakan, pasar,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;teknis, dan pendanaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Aktivitas –aktivitas&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Program Kebijakan dan pendanaan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Program Pembangunan Mikrohodro berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas lembaga &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Program Penunjang Teknologi Mikrohidro &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Program Aplikasi Mikrohidro &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa mikrohidro&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Potensi energi mikrohidro cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih relatif rendah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Umumnya berlokasi di daerah pedesaan dan daerah terpencil, cocok untuk sarana pembangunan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teknologi mikrohidro sudah cukup mapan, mempunyai kemampuan untuk diproduksi secara lokal, teknologinya sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak merusak lingkungan, tanpa bahan bakar, tidak menyebabkan problem sosial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Outcome imidap :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Outcome 1: Meningkatnya minat swasta untuk berinvestasi di microhydro atau pikohidro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Outcome 2: Meningkatnya pembangunan pembangkit mikrohidro yang berbasis masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Outcome 3: Meningkatnya ketersediaan teknologi dan pengetahuan tentang mikrohidro dan pikohidro di daerah-daerah yang mempunyai potensi air cukup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Outcome 4:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat dan swasta membangun mikrohidro dan pikohidro&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan memanfaatkan energi yang dihasilkannya untuk berbagai kegiatan produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : www.energiterbarukan.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-3089850495569316502?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/3089850495569316502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=3089850495569316502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/3089850495569316502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/3089850495569316502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/05/imidap.html' title='IMIDAP'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8900850119779773678.post-5832893536332712204</id><published>2008-05-27T18:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T18:22:50.148-07:00</updated><title type='text'>Pembuka</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Blog ini rencananya akan berisi semua hal tentang mikrohidro dimana saja, khususnya di indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8900850119779773678-5832893536332712204?l=pltmh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pltmh.blogspot.com/feeds/5832893536332712204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8900850119779773678&amp;postID=5832893536332712204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/5832893536332712204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8900850119779773678/posts/default/5832893536332712204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pltmh.blogspot.com/2008/05/pembuka.html' title='Pembuka'/><author><name>mitratama consult</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
